Gim ketiga berlangsung bak pertarungan mental. Alwi tampil fokus, menjaga jarak poin maksimal satu atau dua poin dari Zheng. Dengan strategi sabar dan tekanan konstan, Alwi akhirnya menuntaskan gim ketiga untuk memastikan kemenangan.
Kemenangan ini menjadi bukti mental Alwi yang semakin matang di turnamen besar. Ia menunjukkan kemampuan menahan tekanan dari lawan berperingkat tinggi dan atmosfer Istora yang mendukung penuh.
Dengan tiket perempat final di tangan, Alwi Farhan kini siap menghadapi lawan berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi. Ia menjadi salah satu harapan Indonesia untuk melangkah lebih jauh di Indonesia Masters 2026.
Keberhasilan Alwi juga menegaskan kualitas tunggal putra muda Indonesia yang mampu bersaing di level internasional, membuka peluang emas bagi generasi baru PBSI menghadapi kompetisi global.