"Now or never, prinsip yang dari awal kami tim putra pegang," kata Alwi.
Dalam pertandingan melawan Chou Tien Chen, Alwi mengakui sempat menghadapi situasi sulit terutama pada gim kedua. Dia sempat tertinggal, tetapi mampu menjaga fokus dan mengendalikan emosinya hingga akhirnya mengamankan kemenangan.
Menurut Alwi, lawannya sempat memberikan tekanan secara psikologis sepanjang pertandingan. Namun, dia berhasil tetap tenang dan menjaga kendali permainan.
"Lumayan tricky di gim kedua, saya sempat tertinggal dan tanpa mengurangi rasa hormat untuk Chou Tien Chen, hari ini dia cukup banyak psywar. Tapi saya bisa menguasai, tetap mengontrol jalannya pertandingan, tetap mengontrol emosi saya," tutur Alwi.
Alwi juga membandingkan pertandingan kali ini dengan pertemuan terakhir mereka di Kejuaraan Dunia. Dia menilai kondisi lapangan yang berbeda membuat gaya permainan kedua pemain ikut berubah.
"Dibandingkan pertemuan terakhir di Kejuaraan Dunia memang sangat berbeda kondisinya. Di sini kondisi lapangan normal jadi berbeda cara mainnya, begitu juga dengan cara saya," jelas Alwi.
Kemenangan atas Chou Tien Chen menjadi pengingat bagi Alwi setelah sebelumnya dia juga meraih hasil positif di All England. Namun, fokusnya kini tetap tertuju pada laga semifinal Asian Games 2026 demi melanjutkan misi tim bulu tangkis putra Indonesia.
Sementara itu, Alwi turut menyayangkan Jonatan Christie dan Joaquin yang belum mampu melanjutkan langkah di turnamen tersebut. Meski demikian, dia menyebut perjuangan tim putra Indonesia tetap berlanjut dengan keberhasilan beberapa pemain mencapai semifinal.