Tidak hanya itu, komentar Adesanya bahkan memicu kecaman dari Wakil Perdana Menteri Selandia Baru, Grant Robertson. Dia merasa kata yang digunakan Adesanya tidak layak untuk dijadikan bahan candaan.
Atas kejadian itu, Adesanya meminta maaf. Dia sadar telah keterlaluan dan berjanji untuk tidak kembali menggunakan kalimat yang tidak pantas, seperti yang telah dilakukannya.
“Saya beradu kata-kata hingga akhirnya melewati batas. Saya memahami makna dari kalimat itu dan dapat memberikan efek serta melukai orang lain, selain lawan, meski tidak ada niatan” ujarnya.
Adesanya juga pernah punya masalah serupa soal menggunakan kata sensitif dalam menantang jagoan UFC lainnya. Pada 2020, dia sempat membawa-bawa kasus terorisme Menara Kembar New York saat mengancam Yoel Romero.