Menurut Josephine, koordinasi dengan Kedubes AS menjadi bagian penting dalam menghubungkan atlet dengan sekolah atau universitas yang dituju. Setelah informasi mengenai peluang beasiswa diperoleh, NOC Indonesia akan mengirimkan surat kepada institusi pendidikan terkait.
"Nah, dari situ nanti U.S. Embassy akan membantu kita menghubungi sekolah yang akan kita tuju dan NOC akan mengirimkan surat ke sana," tambahnya.
Sejauh ini, atlet dari cabang olahraga renang dan tenis menjadi kelompok yang paling banyak memperoleh kesempatan beasiswa di universitas Amerika Serikat. Dari cabang renang, nama yang disebut telah mendapatkan kesempatan tersebut antara lain Liquor Harrison Andoko, Samuel Maxson Septionu, dan Michael Xander Samosir.
Josephine menjelaskan, proses penempatan atlet dilakukan secara bertahap dan tidak terbatas pada jenjang perguruan tinggi. Beberapa atlet juga memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di tingkat sekolah menengah di Amerika Serikat.
"Sampai Oktober ini, kita dari renang itu sudah ada Liquor, terus Januari ini Maxson masuk, terus Agustus kemarin juga ada yang masuk ke SMA juga, itu Michael Xander. Nah, memang paling banyak renang. Tenis juga ada. Tenis beberapa," tutur Josephine.
NOC Indonesia berharap semakin banyak atlet muda yang memanfaatkan jalur beasiswa tersebut. Dengan kesempatan melanjutkan pendidikan sekaligus mengikuti program olahraga, atlet pelajar diharapkan dapat mengembangkan kemampuan akademik dan prestasi mereka secara bersamaan.
Kolaborasi NOC Indonesia, Kedubes AS, dan universitas di Amerika Serikat pun terus diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi atlet Tanah Air. Upaya tersebut mencakup pencarian informasi beasiswa, pendampingan, hingga komunikasi dengan institusi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan atlet.