Fajar Alfian juga mengungkapkan pengalaman serupa. Dia sempat merasa bingung karena belum terbiasa melihat indikator waktu servis yang ditampilkan di papan skor pertandingan.
“Bingung karena sebelumnya enggak lihat itu ada skor, ternyata ada skor di bawah, live score kami. Dan saya juga sempat berpikir oh itu 25 detik itu diwaktuin di situ (papan skor) gitu, tadinya enggak tahu karena enggak lihat partai sebelumnya,” ungkap Fajar.
Menurut Fajar, sektor ganda putra memang memiliki ritme permainan cepat. Reli pendek maupun panjang membuat pemain terbiasa bergerak tanpa jeda lama di antara poin.
Regulasi 25 detik servis BWF sendiri masih berstatus uji coba dan diterapkan di sejumlah turnamen internasional. Tujuan utamanya menjaga efektivitas pertandingan tanpa menghilangkan kebutuhan dasar pemain.