Masalah velg ternyata bukan hanya dialami Marc Marquez. Pimpinan Michelin, Piero Taramasso, mengungkap persoalan velg bengkok sudah muncul sepanjang akhir pekan di Buriram akibat suhu panas dan karakter kerb yang agresif.
“Kami mengalami masalah ini sepanjang akhir pekan, banyak velg bengkok saat kembali ke tenda kami karena cuaca sangat panas,” ujarnya.
“Materialnya sangat lunak dan kerb sangat agresif. Contohnya, kehilangan tekanan ban depan yang dialami Jorge Martin kemarin juga sama: dia menghantam kerb, velg depan bengkok dan kempis. Jorge kehilangan tekanan secara perlahan, sedangkan Marc kehilangan seluruh tekanan sekaligus.”
MotoGP Thailand 2026 juga menandai penurunan performa Ducati dibanding tes pramusim di tempat yang sama. Marc Marquez sempat kehilangan kemenangan sprint akibat penalti meski start dari posisi kedua. Pada balapan utama, Fabio Di Giannantonio menjadi Ducati terbaik namun tertinggal lebih dari 15 detik dari pemenang Marco Bezzecchi saat finis.
Tardozzi mengakui akhir pekan di Thailand berjalan sulit bagi Ducati. “Akhir pekan yang sangat sulit, karena terlihat Aprilia berkembang pesat dan mereka sangat cepat dengan keempat pembalapnya akhir pekan ini,” ujarnya.
“Pada akhirnya, ada sesuatu yang aneh karena akhir pekan ini kami menemukan motor yang benar-benar berbeda dibanding sebelumnya saat kami tes di sini. Itu sesuatu yang masih belum kami pahami.”
Hasil di Buriram sekaligus memutus rekor 88 podium beruntun Ducati. MotoGP Thailand 2026 menjadi seri pertama sejak MotoGP Inggris 2021 tanpa satu pun motor Desmosedici finis di posisi tiga besar.