Juan Martinez melihat perubahan pendekatan balap tersebut sebagai bentuk adaptasi. Menurut dia, Marquez tidak lagi membalap dengan agresivitas berlebihan.
“Saya rasa Marc, seperti atlet top lainnya di disiplin apa pun, tidak diragukan lagi paling dikenal karena kemampuannya beradaptasi dengan berbagai situasi,” kata Martinez dilansir dari Motosan, Senin (9/2/2026).
“Saya rasa itu bukan hanya adaptasi teknis, tetapi juga adaptasi fisik dari pihaknya. Kita jelas melihat proses pemulihannya setelah kecelakaan di akhir musim, kondisi bahunya, betapa rapuhnya, dan betapa sadarnya dia akan keterbatasan yang mungkin dimiliki bahu dan lengan kanannya. Dan saya rasa itu merupakan kombinasi dari keduanya,” sambungnya.
Martinez menilai motor Ducati sebenarnya memberi ruang bagi Marquez untuk tetap agresif. Namun pembalap asal Spanyol itu memilih pendekatan berbeda.
“Motornya memungkinkan dia untuk melakukannya, tetapi dia juga memahami bahwa dia benar-benar perlu menjadi pengendara yang jauh lebih bersih dan lebih presisi,” ujar Martinez.