Tantangan berikutnya datang dari Ann Li, petenis Amerika Serikat yang menempati peringkat ke-31 dunia dalam ranking WTA. Meski jarak peringkatnya dengan Janice tidak terlalu jauh, Li tetap menjadi lawan berbahaya.
Li datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan unggulan pertama, Aryna Sabalenka, pada pertandingan sebelumnya. Dia mengalahkan petenis tersebut melalui pertarungan tiga set dengan skor 3-6, 6-4, 7-6.
Kemenangan atas Sabalenka menjadi modal penting bagi Li menjelang duel melawan Janice. Keberhasilan menumbangkan petenis papan atas dunia menunjukkan dia mampu bangkit setelah kehilangan set pertama.
Di sisi lain, Janice memiliki modal berupa kemenangan meyakinkan atas Snigur. Dia hanya membutuhkan dua set untuk menyelesaikan pertandingan tersebut, sedangkan Li harus bertarung hingga set ketiga saat menghadapi Sabalenka.
Perbedaan durasi pertandingan berpotensi memberikan keuntungan dari sisi kebugaran bagi Janice. Meski demikian, kondisi fisik bukan satu-satunya faktor penentu karena Li juga memiliki momentum positif setelah mengalahkan unggulan pertama.