“Ini adalah bukti ketangguhan dan dedikasi terhadap profesionalisme dari AFC dan Asosiasi Anggotanya. Saya menghargai dedikasi terhadap profesionalisme dan kelangsungan bisnis di sepak bola Asia untuk memastikan kelancaran pelaksanaan lisensi klub," kata Hamad.
Ketentuan di dalam lisensi klub juga telah digunakan sebagai persyaratan keikutsertaan di Liga Futsal Profesional di Indonesia sejak Federasi Futsal Indonesia (FFI) menjadi induk organisasi yang menaungi olahraga futsal di Indonesia pada 2014.
Ketentuan bagi lisensi klub futsal itu sejak 2015 juga mengadaptasi pedoman lisensi klub yang diterbitkan AFC, namun disesuaikan dengan situasi dan kemampuan klub di tanah air.
Direktur Bidang Futsal Development FFI, Rachmad Priyadi mengatakan, ketentuan untuk lisensi klub yang diterapkan untuk klub futsal profesional di Indonesia mempunyai banyak manfaat. Tujuannya untuk menjaga ekosistem dan perkembangan olahraga futsal di dalam negeri maupun di dunia.
“Ketentuan lisensi klub dibuat agar seragam dan konsisten, artinya klub futsal di Asia harus punya standar lisensi yang sama dan setara. Manfaatnya adalah agar ekosistem futsal dapat berjalan sesuai dengan regulasi, dan tujuannya agar menjaga hak dan kewajiban para stakeholder futsal, baik itu pemilik klub, ofisial, pemain, management, sarana dan tentunya finansial klub yang sehat,” ungkap Rachmad Priyadi.
Vamos FC Mataram, klub futsal dari Indonesia yang 3 kali berturut-turut mengikuti kompetisi AFC Futsal Club Championship, yaitu pada 2017, 2018, dan 2019. Vamos FC mewakili Indonesia sebagai Juara Liga Futsal Profesional di Indonesia. Vamos FC juga memenuhi persyaratan untuk mengikuti ajang tersebut, meskipun belum berbentuk ketentuan lisensi Klub.