Menurut Pedrosa, Bagnaia perlu membangun kembali kemampuan dan kenyamanannya saat mengendarai motor secara bertahap.
"Dia harus lebih fokus pada mengendarai motor, secara bertahap mendapatkan kembali performanya saat mengendarai motor," ujar Pedrosa.
Pedrosa menjelaskan persoalan feeling memiliki hubungan erat dengan kepercayaan diri pembalap. Ketika rasa percaya diri hilang, pembalap akan kesulitan mengendarai motor dengan nyaman.
"Mengendarai motor akan kembali dengan feeling, itu jelas. Ketika Anda kehilangan kepercayaan diri, Anda tidak bisa mengendarai motor dengan nyaman," tutur Pedrosa.
Menurut dia, terlalu memikirkan hasil justru dapat membuat setiap masalah terasa semakin berat. Bagnaia berpotensi menilai segala sesuatu secara lebih negatif ketika terus memikirkan posisi start, kualifikasi, dan podium.