Dokter PBSI, dr. Hasna HM, membeberkan kondisi medis yang dialami Marwan Faza. Keluhan penglihatan buram sudah dirasakan sejak turnamen Malaysia Open berlangsung.
“Saat di Malaysia Open, Faza mengeluhkan sebelah mata kanannya buram sampai tidak bisa melihat jika hanya satu mata,” kata dr. Hasna HM.
Setibanya di Indonesia, pemeriksaan lanjutan langsung dilakukan. Hasil medis menunjukkan adanya gangguan serius pada saraf mata.
“Saat kembali ke Indonesia, Faza langsung diperiksa dan hasilnya ada peradangan di saraf mata dan tekanan bola matanya mencapai 38, normalnya itu 20 ke bawah,” jelas dr. Hasna.
Kondisi tersebut mengarah pada indikasi glaukoma. Tim medis menilai risiko sangat tinggi apabila Marwan Faza tetap dipaksakan bertanding.
“Indikasinya mengalami Glaukoma,” tambah dr. Hasna HM.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tim dokter mengambil langkah preventif. Marwan Faza diminta menjalani masa istirahat hingga kondisi penglihatannya kembali normal.
“Akhirnya kami merekomendasikan untuk Faza beristirahat sementara sampai penglihatannya kembali normal,” pungkas dr. Hasna.
Absennya Marwan Faza membuat Indonesia kehilangan satu pasangan ganda campuran pada dua turnamen awal tahun. PBSI kini memprioritaskan keselamatan atlet sembari menunggu perkembangan kondisi medis sang pemain.