Hasil pengolahan e-waste tersebut dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan, termasuk medali finisher, elemen panggung, dinding foto, serta instalasi seni. Langkah ini membuat material yang sudah tidak digunakan kembali memiliki fungsi dalam penyelenggaraan acara.
Selain itu, sebanyak 50 karyawan Deloitte mengikuti lokakarya upcycling. Dalam kegiatan tersebut, mereka mengubah keyboard komputer yang sudah tidak digunakan menjadi gantungan kunci.
Growth Leader Deloitte Indonesia, Balim, mengatakan keterlibatan langsung karyawan menjadi salah satu cara untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Menurut dia, aksi keberlanjutan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Keberlanjutan menjadi bermakna ketika diwujudkan dari niat menjadi tindakan. Melalui Impact Month 2026, karyawan kami menunjukkan bagaimana kreativitas, kolaborasi, dan berbagai pilihan kecil dalam keseharian dapat menciptakan dampak yang lebih besar,” ujar Balim.
Melalui Deloitte Runify 2026, kegiatan olahraga, penggalangan dana, dan kepedulian terhadap lingkungan berjalan dalam satu rangkaian. Lebih dari 600 peserta ikut berlari, sementara dana lebih dari Rp170 juta diarahkan untuk mendukung akses pendidikan bagi pelajar dari kelompok masyarakat kurang mampu.