“Itu tidak terlalu mengganggu saya, saya tidak terlalu peduli,” kata Poirier.
“Ketika saya memikirkannya lagi, saya memikirkannya seperti, 'Pria itu mungkin kehilangan akal sehatnya.' Dia tidak bisa benar-benar berlatih. Dia punya kaki yang terluka yang dia coba rehabilitasi,” imbuhnya.
Rivalitas kedua petarung UFC itu bermula sejak pertarungan pertama mereka pada 2014. Saat itu McGregor berhasil menang KO atas Poirier dengan kurang dari dua menit pada ronde pertama.
Setelah 7 tahun berlalu, mereka berdua kembali bertemu pada Januari 2021. Poirier berhasil membalaskan dendamnya atas McGregor. Dia menang KO atas petarung asal Irlandia itu dengan waktu dua setengah menit pada ronde kedua.
Pada pertemuan terakhir mereka pada Juli lalu, Poirier kembali meraih kemenangan. Dia membuat kaki McGregor patah dan terpaksa menyerah pada ronde pertama. Presiden UFC, Dana White, kabarnya akan kembali menjadwalkan pertarungan mereka setelah McGregor pulih dari cedera.