Aprilia mencatatkan sejarah dengan menempatkan empat pembalapnya di posisi empat besar Grand Prix. Sementara itu, Marquez hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi keenam.
Meski gagal mengimbangi dominasi Aprilia pada balapan utama, Ducati masih memiliki alasan untuk merasa lega. Martin hanya finis di posisi ketiga, di belakang Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez, sehingga jarak poinnya dengan Marquez tetap dua angka.
“Datang dengan tertinggal dua poin dari Martin dan pulang dengan tetap tertinggal dua poin adalah sebuah keberhasilan bagi kami,” kata Tardozzi kepada Sky Italia.
Dia juga mengakui kekuatan Aprilia menjadi tantangan serius bagi Ducati, terutama setelah performa dominan pabrikan tersebut di Mandalika.
“Masalah sebenarnya adalah Aprilia telah membuktikan diri jauh lebih unggul, terutama di sini,” ujar Tardozzi.