Lorenzo yang kini menjadi analis MotoGP menilai, keunggulan Ducati di sebagian besar sirkuit dunia membuat mereka nyaris tanpa kelemahan. Namun Mandalika memberikan dinamika baru — lintasan yang tidak sepenuhnya bersahabat bagi karakter mesin Desmosedici yang eksplosif dan agresif.
Lebih jauh, Lorenzo menyoroti dua insiden yang dialami Marc Marquez selama sesi latihan.
“Saya melihat Marc terjatuh, terutama saat highside, dengan cengkeraman yang lemah,” katanya.
Menurut Lorenzo, gaya balap agresif Marquez yang mengandalkan rem depan dan akselerasi keras di tikungan cepat justru memperburuk kendala Ducati di Mandalika. Kondisi permukaan lintasan yang masih minim grip akibat hujan dan debu membuat motor kesulitan menyalurkan tenaga ke aspal.
Meski begitu, Lorenzo justru melihat sisi positifnya. Ia menyebut Mandalika sebagai “ujian sejati” bagi dominasi Ducati.
“Setidaknya, sekarang kita tahu ada sirkuit yang bisa menantang Ducati. Ini bagus untuk kompetisi,” tuturnya.
Dengan hasil sprint yang tak sesuai harapan, Ducati kini menatap balapan utama MotoGP Indonesia 2025 dengan penuh tekanan. Balapan puncak dijadwalkan berlangsung pada Minggu (5/10/2025) pukul 14.00 WIB. Seluruh mata kini tertuju pada apakah Marc Marquez dan rekan-rekannya mampu bangkit dari keterpurukan di lintasan yang disebut Jorge Lorenzo sebagai “neraka bagi Ducati”.