Bambang menilai format baru Super 1000 memberi ruang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Penambahan jumlah peserta sektor tunggal dari 32 menjadi 48 pemain dinilai berdampak langsung pada kualitas persaingan.
“Hal ini membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar,” jelasnya.
Aspek pemulihan fisik atlet juga menjadi perhatian utama dalam format baru ini. Dengan durasi lebih panjang dan penggunaan dua lapangan pertandingan, atlet mendapat jeda istirahat yang lebih ideal.
“Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” tambah Bambang.
Tak hanya berdampak pada teknis pertandingan, Indonesia Open 2027 juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment. PBSI melihat durasi turnamen yang lebih panjang membuka ruang aktivasi hiburan di luar lapangan.
“Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” ungkapnya.
PBSI menilai penguatan sportainment yang ditopang kompetisi kelas dunia akan memperkuat daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan global.
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan misi BWF memperluas jangkauan dan popularitas bulutangkis di tingkat internasional, sekaligus menempatkan Indonesia Open 2027 sebagai salah satu pusat perhatian kalender dunia.