Meski begitu, Apriyani/Fadia enggan memasang target tinggi di ajang multi-event empat tahunan itu. Setidaknya, mereka ingin tetap ingin membawa pulang sebuah medali.
“Jujur nggak ada sih kita (target di Asian Games 2022). Maksudnya kita nggak mau muluk-muluk,” kata Apriyani kepada awak media saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (20/9/2023).
“Memang kami mau medali pokoknya, medali warna apa aja, pokoknya medali aja. Tapi kita masih ada beregu juga kan, baru perorangan, ya sekarang fokus di dulu dulu,” sahut Fadia.
Juara Malaysia Open 2022 itu tak mau mempunyai target khusus agar tak terbebani ketika bermain. Sebab, permasalahan pikiran yang terlalu berpikir jauh mengenai target menjadi penyebab performa mereka sempat menurun tahun ini.
“Kadang-kadang gimana ya, karena kami sudah belajar gitu loh. Bukannya nggak bisa ngejawab ini, karena kami sudah belajar bahwa, kalau kita terlalu, oh gini kita begini, harus kayak gini, harus kayak gini, pada akhirnya, rencana satu yang nggak jalan, jadi buyar lagi gitu loh,” jelas Apriyani.
“Jadi pada akhirnya kami merubah mindset kami, supaya ya udah, kita nikmatin satu demi satu aja. Kita selesain satu, setelah itu, baru yang lain gitu loh. Kita tuntasin dulu nih, itu yang buat kami enak mainnya, PR kemarin sebenarnya itu,” tambah peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu.
PBSI sendiri memasang target tiga medali emas di ajang Asian Games 2022 ini. Ketiga emas tersebut diharapkan bisa didapatkan dari nomor beregu putra serta nomor perorangan tunggal putra dan ganda putra.