Erick juga mengingatkan pentingnya konsolidasi organisasi olahraga nasional agar tidak terbebani konflik internal. Dia meminta KOI dan KONI memastikan tidak ada dualisme federasi di setiap cabor.
“Kita juga mau agar konsolidasi ini harus menyeluruh, tidak bisa dari Kemenpora saja tapi juga federasi, KONI, KOI... Saya harap padel yang saat ini trending terus berbenah diri menuju prestasi lebih tinggi. Untuk para atlet persiapkan diri kalian jika nanti ada Asian Games saya harap bisa solid dan terus berprestasi,” tegasnya.
Ketua PBPI Galih Kartasasmita dalam kesempatan itu memaparkan perkembangan padel Indonesia sejak dikukuhkan oleh KONI Pusat pada Januari 2025. PBPI telah menggelar empat seri nasional (sirnas) dan mengikuti turnamen internasional FIP Asia Cup 2025 di Doha, Qatar, pada 17–24 Oktober.
Galih mengungkapkan bahwa tim padel putri Indonesia berhasil meraih medali perunggu di ajang tersebut.
“Alhamdulillah meski masih baru, tim putri kita berhasil meraih perunggu. Juara 1-nya Jepang. Kekuatan putri Asia bisa dibilang yang kedua Iran dan ketiga Indonesia,” ujarnya.