Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo memacu motornya dalam latihan bebas 3 MotoGP Aragon, Spanyol, Sabtu (11/9/2021). (Foto: Twitter/@Flyin18T)
Quadiliba Al-Farabi

MONZA, iNews.id - Bos Yamaha Lin Jarvis membeberkan resep juara MotoGP 2021, Fabio Quartararo dalam mendulang popularitas. Satu di antaranya adalah Quartararo dinilai tidak mau mencari musuh.

Sebagaimana diketahui, Quartararo menjadi kebanggaan Yamaha karena telah membantu mereka melepaskan dahaga dalam meraih gelar juara. Terakhir kali Yamaha menerima gelar ini adalah pada 2015 lewat Jorge Lorenzo.

Adapun Quartararo memenangkan lima balapan MotoGP 2021. Pencapaian ini merupakan yang pertama bagi tim pabrikan Yamaha setelah legenda MotoGP, Valentino Rossi hengkang.

Quartararo pun mendulang popularitas di kalangan fans MotoGP. Tak hanya fans, tapi dia juga disambut baik oleh para pesaingnya.

Berbicara kepada laman Motorsport, Bos Yamaha Lin Jarvis mengatakan kepribadian Quartararo adalah salah satu kekuatannya. Terutama pada sifat bahwa dia tidak perlu menciptakan musuh untuk memvalidasi dirinya sendiri.

"Dia pria yang sangat baik, dan dia juga memiliki kemampuan untuk melaju dengan sangat cepat, menjadi agresif saat dibutuhkan dan menyalip saat dibutuhkan," kata Jarvis dikutip pada Senin (20/12/2021).

“Dia selalu membawa banyak hal positif ke tim. Ada pembalap yang membutuhkan musuh untuk menjadi yang terbaik, untuk menghancurkan lawan mereka, tetapi Fabio tidak seperti itu,” lanjutnya.

"Dia tidak mencari musuh, tetapi saingan untuk bersaing. Jika Fabio begitu populer di kalangan pembalap lain, itu karena dia tidak perlu menciptakan musuh-musuh itu,” tutupnya.

Jarvis menambahkan bahwa kepribadian Quartararo itu positif untuk MotoGP secara keseluruhan. Pasalnya ia mencatat bahwa pembalap Prancis itu adalah sosok yang membuatnya lebih mudah dalam bekerja sama.

“Bagus bagi MotoGP memiliki juara dengan kepribadian dan semangat itu,” lanjut Jarvis.

“Itu tidak mudah ditemukan. Jika kami bisa mempertahankannya, kami pasti akan melakukannya dengan baik di era pasca-Rossi,” ucapnya.

“Sepanjang karier saya, saya telah bekerja dengan beberapa pembalap yang membuatnya sangat mudah bagi saya, dan yang lain jauh lebih sulit untuk dikendalikan,” tutupnya. 


Editor : Dimas Wahyu Indrajaya

BERITA TERKAIT