Memasuki gim kedua, Aaron/Son mencoba mengubah pendekatan permainan dengan tampil lebih agresif. Strategi tersebut sempat menyulitkan Fajar/Fikri. Pasangan Indonesia bahkan tertinggal 2-4 pada awal gim kedua.
Namun, Fajar/Fikri mampu merespons tekanan dengan baik. Mereka perlahan memperbaiki permainan, merebut kendali pertandingan, dan membalikkan kedudukan hingga unggul 11-6 saat memasuki interval.
Setelah unggul pada interval gim kedua, Fajar/Fikri semakin percaya diri. Mereka terus menjaga tekanan terhadap Aaron/Son dan tidak membiarkan pasangan Malaysia mengembangkan permainan seperti yang diharapkan.
Perlawanan Aaron/Son kembali tidak mampu membendung permainan pasangan Indonesia. Fajar/Fikri akhirnya menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 21-11 pada gim kedua.
Hasil tersebut memastikan Fajar/Fikri keluar sebagai juara Denmark Open 2026 setelah menang dalam dua gim langsung. Mereka menutup final dengan keunggulan skor yang mencolok, yakni 21-8 dan 21-11.
Kemenangan ini juga memperlihatkan konsistensi Fajar/Fikri dalam menjaga keunggulan setelah sempat mendapatkan tekanan pada awal gim kedua. Kemampuan membalikkan keadaan menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan mereka meraih gelar juara.
Di sisi lain, Aaron Chia/Son Wooi Yik harus menerima kekalahan setelah kesulitan mengimbangi permainan pasangan Indonesia sepanjang pertandingan. Upaya mereka untuk bangkit pada gim kedua belum cukup untuk menghentikan dominasi Fajar/Fikri di partai final Denmark Open 2026.