Dalam pola permainan, Fajar/Fikri kini mengandalkan rotasi penuh antara posisi depan dan belakang. Perubahan ini membuat keduanya dituntut sama-sama agresif sekaligus solid dalam bertahan.
“Yang dulunya mungkin saya di depan 70%, bahkan sampai 80% karena Rian dominan di belakang, tapi sekarang ya bisa 50-50, kadang-kadang 60-40, tergantung lawan juga,” jelas Fajar.
Pendekatan fleksibel tersebut diterapkan situasional. Lawan menjadi faktor utama penentu siapa yang lebih banyak mengambil peran di depan atau belakang.
“Ya tergantung ya, tergantung lihat lawan juga. Kadang-kadang kalau lawan cocoknya dengan pola Fikri di depan, kadang-kadang Fikri banyak depan. Kadang-kadang juga lawan yang enggak enak saya di depan, kadang-kadang saya banyak ke depan seperti itu,” lanjut Fajar.
Perubahan gaya main ini diperkuat fakta mengejutkan. Fajar tercatat duduk di peringkat kedua daftar smash tercepat di Malaysia Open 2026 dengan kecepatan 477,5 km/jam berdasarkan catatan BWF.
“Kemarin juga saya melihat di BWF, smash lumayan kencang ya? Unbelievable (tertawa). Jadi ya mau enggak mau kita harus punya rotasi, karena sekarang namanya ganda putra itu tidak khusus secara depan-belakang, tapi kita juga harus bisa depan bisa belakang,” sambung Fajar.
Latihan keras pun menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan. Porsi latihan smash meningkat drastis dibanding sebelumnya, terutama karena keduanya lama berperan sebagai pemain depan.
“Lumayan ya (push latihan smash), badan juga agak sedikit jarem jarem (pegal) nih,” kata Fajar.
“(Latihan smash) jadi lebih banyak dari sebelumnya,” tutup Fikri.