“Pada akhirnya, saya menghadapinya sebagaimana mestinya: ketika kritik bersifat konstruktif, ada baiknya menerimanya, mendengarkannya, dan mencoba untuk memahaminya,” ucapnya.
“Ketika kritik tidak masuk akal, bahkan tidak perlu dipertimbangkan,” tambah Bagnaia, menegaskan sikapnya menghadapi tekanan publik.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Bagnaia untuk bangkit setelah musim yang dinilai tidak sesuai ekspektasi. Dia ingin memulai MotoGP 2026 dengan pikiran jernih dan motivasi tinggi.
Saat ini, seluruh pembalap MotoGP tengah menjalani libur musim dingin. Agenda resmi kejuaraan akan kembali bergulir melalui tes pramusim.
Tes pramusim MotoGP dijadwalkan berlangsung di Malaysia pada 3–5 Februari 2026, kemudian berlanjut di Thailand pada 21–22 Februari 2026. Momen tersebut akan menjadi awal persiapan serius Bagnaia bersama Ducati.
Dengan sikap selektif terhadap kritik dan fokus penuh pada pengembangan diri, Francesco Bagnaia berharap mampu kembali bersaing di papan atas MotoGP 2026 dan menjawab keraguan lewat performa di lintasan.