“Tantangan terbesar bagi seorang pembalap adalah mengalahkan yang tercepat. Saya pun mendapat tugas untuk melakukan itu. Honda tidak mengintrak saya untuk mengalahkan Marc, bukan menjadi runner-up,” ujarnya.
Pembalap berusia 29 tahun itu mengaku sudah didekati oleh Honda sejak 2019 lalu. Tetapi, dia tak mau tergesa-gesa dan memikirkannya dengan baik, sebelum menerima pinangan Honda.
“Tidak mungkin saya bisa menolak Honda. Saya sudah memikirkannya sejak lama. Tahun lalu saya kemudian mendapat kesempatan untuk mengendarai Honda, tetapi, keputusan ini tak bisa diambil dalam waktu satu malam,” tutur Espargaro.
“Saya harus memikirkan sisi positif dan negatifnya. Saya sempat berpikir bakal menyesali keputusan ini saat pensiun nantinya. Namun, saya akan bergabung dengan Honda pada tahun depan,” ucapnya.