Kubu Korsel menganggap kata-kata itu sebagai sumpah serapah yang bertentangan dengan peraturan BWF. Menurut regulasi pemain tidak diperkenankan menunjukkan perilaku agresif atau negatif terhadap pemain lain.
Usai laga sebenarnya Qingchen sudah meminta maaf. Dia mengaku ucapan tersebut bermaksud untuk menyemangati dirinya sendiri dan bukan ditujukan kepada lawan.
"Sejatinya teriakan itu hanya penyemangat untuk diri sendiri usai mendapatkan angka," ujar Qingchen.
"Saya tidak menyangka bahwa ucapan saya yang buruk mungkin menyebabkan kesalahpahaman bagi semua orang. Saya menjadi gugup. Terima kasih atas dukungan Anda. Saya juga akan menyesuaikan pengucapan saya," lanjutnya.
Meski demikian, Asosiasi Bulu Tangkis Korsel bergeming. Mereka tetap akan memproses kasus. Hingga berita ini ditulis, pihak BWF belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.