Bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional, pada September, yakni dengan melibatkan 11 peserta dari Komunitas Pelari Isyarat. Selain itu terdapat juga pelari disabilitas spektrum autis dan disabilitas pengguna kursi roda dari Jakarta Swift Wheelchair Basketball dan Komunitas PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia)
Sementara itu, Regional Director of Garmin Southeast Asia, Sky Chen mengayakan bukan hanya sebuah perlombaan. Akan tetapi, sebuah gerakan untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat dan aktif sekaligus mempromosikan keberlanjutan dan inklusivitas.
"Kami berterima kasih atas antusiasme yang luar biasa dari para peserta, terutama para penyandang disabilitas. Kami berharap Garmin Run dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pelari untuk mencapai potensi terbaik mereka dan berkontribusi bagi lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menyatukan para pelari dari berbagai kalangan, tetapi juga menginspirasi mereka untuk menjaga lingkungan. Sebab, perlombaan lari itu juga bekerja sama dengan Rekosistem sebagai sustainable partner untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Tidak sembarang sampah dapat diambil atau dipungut oleh peserta, tetapi berfokus dalam mengumpulkan jenis sampah anorganik seperti kardus atau karton susu, kertas, botol kaca dan lain-lain. Sampah yang terkumpul ini kemudian akan dilebur dan didaur ulang menjadi barang bermanfaat yang bisa digunakan kembali.