Dalam penjelasannya, Hary Tanoesoedibjo menegaskan, Rakernas POBSI 2025 bukan sekadar forum rutin, tetapi bagian dari langkah besar untuk mendorong biliar Indonesia mendunia. Dia menyebut, semakin banyak kompetisi di berbagai level akan menjadi bahan bakar semangat atlet dan memperkuat fondasi prestasi nasional.
Melalui pola kompetisi berjenjang mulai dari kejuaraan daerah, turnamen nasional, event berdasarkan kelompok usia, hingga keikutsertaan dan penyelenggaraan kompetisi internasional, Hary Tanoesoedibjo ingin biliar Indonesia memiliki ekosistem yang kuat. Bagi dia, kalender pertandingan yang padat dan terstruktur adalah kunci agar atlet tetap termotivasi dan kualitas permainan terus meningkat.
Hary Tanoesoedibjo secara tegas menyampaikan misi jangka panjang PB POBSI. “Ya, biliar (Indonesia) harus mendunia,” harap Hary Tanoesoedibjo. Ucapan tersebut menjadi penanda bahwa program organisasi tidak hanya berorientasi pada level domestik, tetapi juga pada pengakuan internasional.
Dia kemudian menyinggung langkah konkret yang sudah dilakukan PB POBSI untuk membuka jalan bagi biliar Indonesia di mata dunia. Hary mengingatkan kembali penyelenggaraan kejuaraan berskala global yang sudah digelar di Tanah Air.
“Makanya tahun 2025 lalu bulan Oktober, kami menyelenggarakan Kejuaraan Dunia di Bali. Diikuti oleh para pemain-pemain dunia yang sudah papan atas, dan tentunya ini membawa Indonesia lebih dikenal lagi di mata dunia,” tutupnya.
Kejuaraan Dunia di Bali yang diikuti para pemain papan atas dunia menjadi salah satu contoh nyata implementasi misi biliar Indonesia mendunia. Ajang tersebut bukan hanya menjadi panggung bagi atlet internasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah yang mampu menggelar event berkelas dunia.
Dengan kombinasi Rakernas POBSI 2025 yang menyelaraskan program pusat-daerah, dorongan untuk memperbanyak kompetisi di semua level, serta keberhasilan menggelar Kejuaraan Dunia di Bali, Hary Tanoesoedibjo berharap fondasi biliar Indonesia makin kokoh. Target biliar Indonesia mendunia pun diproyeksikan bukan lagi sekadar jargon, melainkan arah kerja nyata PB POBSI ke depan.