Memasuki gim kedua, Febriana/Meilysa mencoba bangkit dengan permainan lebih agresif. Mereka tampil lebih berani dan mampu mengimbangi permainan lawan.
Perjuangan itu membuahkan hasil sementara saat mereka unggul tipis 17-16, membuka peluang untuk memaksakan rubber game.
Namun, pasangan China kembali menunjukkan kualitasnya di poin-poin krusial. Liu/Tan mampu membalikkan keadaan dan menutup gim kedua dengan skor 21-19.
Hasil ini memastikan Febriana/Meilysa gagal melangkah ke babak 16 besar BAC 2026, sekaligus menjadi catatan evaluasi penting bagi sektor ganda putri Indonesia ke depan.