Sementara itu, drama terjadi saat Marc Marquez terjatuh di sesi time attack terakhir. Crash tersebut membuatnya gagal memperbaiki catatan waktu, sehingga harus puas memulai balapan dari posisi keempat. Insiden ini menjadi sorotan karena Marquez sebelumnya tampak berpeluang kuat meraih pole position.
Hingga akhir sesi Q2, Bezzecchi tetap mempertahankan catatan waktu terbaiknya. Hal ini memastikan dirinya akan start dari posisi terdepan pada sprint race dan balapan utama MotoGP Austria 2025. Hasil ini juga membuktikan konsistensi Bezzecchi yang mampu bangkit dari Q1 hingga menjadi yang tercepat di Q2.
Pole position di Red Bull Ring ini tentu menjadi modal penting bagi Bezzecchi untuk meraih hasil maksimal di akhir pekan. Dengan posisi start terdepan, peluangnya untuk bersaing memperebutkan podium sangat terbuka lebar.
Kesuksesan Bezzecchi juga menjadi pukulan moral bagi rival-rival utamanya seperti Martin, Bagnaia, dan Marquez, yang harus puas start dari barisan kedua. Kini, sorotan tertuju pada bagaimana Bezzecchi mampu menjaga performanya di dua balapan penting di Austria.
Bagi Aprilia Racing, hasil ini menjadi pencapaian besar yang mempertegas kemampuan mereka bersaing dengan tim-tim besar. Bezzecchi pun semakin membuktikan diri sebagai salah satu kandidat kuat perebut gelar MotoGP musim 2025.