Pembalap Pramac Ducati, Johann Zarco pun menjadi ancaman terbesar Quartararo. Zarco tak membiarkan Quartararo memimpin terlalu jauh dan menjaga jarak hanya 1,3 detik pada putaran ketujuh.
Sementara posisi ketiga diisi oleh pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro. Namun, dia mendapat tekanan dari rekan satu timnya, Maverick Vinales, dan keduanya bersaing memperebutkan podium.
Kembali ke posisi terdepan, Quartararo secara perlahan mampu membangun keunggulannya. Pada putaran ke-15, dia sedikit memperlebar jarak menjadi 1,7 detik.
Memasuki putaran ke-17, keunggulan Quartararo atas Zarco melebar menjadi 2 detik. Dia kemudian secara konsisten mencatatkan waktu yang cepat dan menjaga jarak.
Harapan Vinales meraih podium sirna pada putaran ke-19. Motornya mengalami kendala teknis, usai perangkat pengatur ketinggiannya mengalami kerusakan. Dia pun harus menuju pit dan mengakhiri balapan lebih awal.