Pada gim kedua, peringkat 21 dunia itu langsung tancap gas, dengan keunggulan 7-2. Gregoria kembali diuntungkan lewat kesalahan yang masih terulang oleh Batomene. Layaknya set pertama, pukulan wakil Prancis tersebut kerap kali keluar dan tak lewat net.
Kali ini, Gregoria terlihat bermain lebih tenang, dan minim kesalahan. Smash dan drop shot yang dilakukannya juga kerap kali terarah hingga menghasilkan poin. Srikandi Garuda kembali berhasil unggul di interval kedua, dengan skor 11-6.
Selepas interval, pebulu tangkis berusia 22 tahun itu terus mendulang poin. Dia unggul hingga defisit sembilan angka jelang match poin. Hingga pada akhirnya, Batomene gagal mengejar ketertinggalan dan harus mengakui keunggulan tunggal putri Indonesia.
Setelah ini tongkat estafer perjuangan Indonesia akan dipegang Putri Kusuma Wardani. Dia akan meladeni kekuatan Leonice Huet.