Memasuki gim kedua, Dhinda mencoba bangkit. Dia sempat unggul 13-12 dan menunjukkan perlawanan lebih baik dibanding gim pertama.
Namun, pertandingan berubah menjadi sangat ketat. Lin mampu membalikkan keadaan dan unggul 18-16 dalam fase krusial.
Duel berlangsung sengit hingga deuce panjang. Kedua pemain saling kejar poin dan tidak ingin menyerah begitu saja.
Dhinda berusaha mempertahankan peluang, tetapi tekanan dari lawan terus meningkat di momen penentuan.
Akhirnya, Dhinda harus mengakui keunggulan Lin setelah kalah tipis 29-30. Skor tersebut menjadi penentu kemenangan bagi Taiwan.
Kekalahan ini membuat Indonesia tertinggal 1-2 dalam pertandingan Grup C Piala Uber 2026. Tim masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan di laga berikutnya.
Pertandingan ini menunjukkan ketatnya persaingan di level beregu. Setiap poin menjadi krusial dalam menentukan hasil akhir.