“Saya lihat persiapan sudah sangat bagus. Kita harapkan target yang kita canangkan, kita di esports ini bisa medali emas, dapat tercapai,” ujar Herindra.
Sementara itu, Pelatih Grand Turismo Tim Esport Indonesia, Benaya Theo, melihat peluang timnya secara realistis berdasarkan kalkulasi dan perkembangan para pesaing. Menurut dia, medali perak menjadi hasil yang hampir pasti jika mengacu pada perhitungan saat ini.
"Kami melihat semua perkembangan dari tim lain juga, maka sebenarnya jika memakai kalkulasi yang ada, realistis kami ada di Perak. Untuk game lain, ada di emas dan perunggu. Tapi kami tidak memungkiri, semua bisa terjadi," jelas Theo.
Meski peluang perak dinilai cukup terbuka, Theo menegaskan timnya tidak ingin berhenti pada target tersebut. Perjuangan untuk mengejar medali emas tetap menjadi bagian dari persiapan Tim Esport Indonesia.
Dengan target satu emas, tiga perak, dan empat perunggu, esports memiliki peluang memberikan kontribusi signifikan bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Persiapan selama sekitar dua bulan dan dukungan hingga hari pertandingan menjadi modal untuk mengejar target tersebut.