Eko Budi, Public Relations Manager HGI, menjelaskan bahwa domino bukan hanya sekadar permainan hiburan, tetapi juga sarana untuk membangun kemampuan strategis, kerja sama, dan pengambilan keputusan cepat. HGI, bersama PORDI, memiliki visi yang sama untuk membawa domino ke kancah internasional dan menjadikannya olahraga yang dikenal secara global.
“Kami berkomitmen memperkuat dukungan dan membawa domino lebih dikenal di kancah global,” ujar Eko Budi.
Dukungan Pemerintah untuk Pengakuan Domino Sebagai Olahraga Resmi
Hasan Basri, Ketua DPD RI, juga memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap pengembangan domino sebagai cabang olahraga. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan domino diakui secara nasional dan dimasukkan dalam kalender olahraga resmi Kemenpora.
“Jika dunia sudah mengakui, maka seharusnya olahraga ini bisa masuk dalam kalender nasional Kemenpora,” kata Hasan Basri.
Usai digelar di GBK, IDoT 2025 akan dilanjutkan dengan Selebes Cup di Kendari pada 26 November, diikuti oleh enam provinsi dan 81 kabupaten/kota. Puncak kegiatan nasional akan digelar pada 12 Desember di Tangerang Selatan, dengan lebih banyak kategori pertandingan, termasuk ganda putra, ganda putri, tunggal putra, tunggal putri, dan beregu.
Indonesia Domino Tournament 2025 menunjukkan bahwa domino bukan hanya permainan meja biasa, tetapi sudah bertransformasi menjadi olahraga intelektual yang dapat mendunia. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta, domino akan terus berkembang dan menjadi lebih dikenal di panggung global!