Eng Hian juga menyoroti pasangan Rachel/Febi serta Ana/Trias. Dia menilai peningkatan fisik dan konsistensi permainan masih menjadi pekerjaan rumah karena performa belum stabil.
Untuk sektor ganda putra, Eng Hian berharap gelar Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando menjadi momentum kebangkitan.
“Pencapaian prestasi Bagas/Leo di Thailand Masters 2026 ini saya harapkan dapat menjadi awal dari kembalinya performa terbaik mereka,” katanya.
Raymond Indra/Nicholas Joaquin turut masuk evaluasi. Eng Hian menilai performa mereka di partai final belum menyamai penampilan di babak sebelumnya dan membutuhkan peningkatan kondisi fisik.
Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dinilai mampu menjawab target awal tahun. “Adnan/Indah mampu menjawab tantangan dan target yang ditetapkan pada tahun ini, yaitu meraih gelar di turnamen level Super 300,” ucap Eng Hian.
Di sektor tunggal putra, Eng Hian menyoroti mental bertanding Muhammad Zaki Ubaidillah. “Poin positif dari Ubed pada pertandingan final di turnamen ini, selain berhasil meraih gelar Super 300 pertamanya, adalah kemampuannya melewati momentum-momentum krusial,” ujarnya.
Eng Hian menegaskan target berikutnya bagi Ubed menembus peringkat 15 besar dunia pada 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Olimpiade 2027.
Menutup evaluasi, Eng Hian menyebut keberhasilan di Thailand Masters 2026 merupakan hasil program regenerasi PBSI sepanjang 2025. Tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun prestasi dengan fokus peningkatan hasil di turnamen level Super 500 ke atas.