Apriyani menilai proses adaptasi dengan Lanny berjalan cukup lancar, terutama dari sisi teknik dasar. Meski begitu, dia menyadari perbedaan besar antara situasi latihan dan atmosfer pertandingan resmi.
“Sama Lanny adaptasinya mungkin tidak terlalu banyak secara keseluruhan untuk teknik ya. Teknik belum terlalu banyak. Karena kan di latihan akan berbeda daripada pada saat kita pertandingan,” jelasnya.
Soal target, Apriyani memilih bersikap realistis. Dia belum ingin berbicara jauh soal hasil, namun menekankan pentingnya chemistry dan kerja sama di lapangan.
“Jadi sekarang aku tidak bisa ngomong apa-apa, tidak bisa berkomentar apa-apa. Karena yang aku tahu Lanny anaknya sangat semangat. Lanny juga mau bekerja, Lanny juga mau prestasi. Jadi ya kita sama-sama untuk selalu membantu satu sama lain,” ucapnya.
Apriyani juga menegaskan fokus utama duet barunya bukan mengubah karakter masing-masing pemain. Dia ingin tetap tampil dengan ciri khas permainan sendiri sambil menyesuaikan kekuatan pasangan.
“Yang pastinya target performa, pengen tetap jadi diri kami masing-masing. Tetap jadi diri Lanny, tetap jadi diri aku juga. Cuman memang kami kan harus menyesuaikan satu sama lain, dengan kemampuan Lanny dan dengan kemampuan saya. Jadi memang harus bisa disatukan aja pada saat di lapangan,” jelas Apriyani.
Indonesia Masters 2026 akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 20–25 Januari 2026. Pada babak pertama, Apriyani/Lanny langsung menghadapi tantangan berat melawan wakil China, Bao Li Jing/Li Yi Jing.