LADI tengah berupaya mempercepat proses pemenuhan TestDoping Plan (TDP) imbas sanksi dari Badan Anti Doping Dunia (WADA). (foto: REUTERS)
Andika Rachmansyah

JAKARTA, iNews.id- Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) tengah berupaya mempercepat proses pemenuhan TestDoping Plan (TDP) imbas sanksi dari Badan Anti Doping Dunia (WADA). Setelah itu, LADI akan mengajukan proses evaluasi ke WADA.

Wakil ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), Rheza Maulana mengatakan saat ini ada 24 pending matters dan kelengkapan berkas administrasi yang tengah proses penyelesaian. Hasil lengkap dari proses intu akan mengirim ke Japan Anti Doping Agency (JADA) dan WADA.

“Penyelesaian sekitar 24 pending matters dan kelengkapan administrasi akan dipercepat dalam 1 - 2 hari kedepan,” tulis Rheza dalam pesan singkat, Senin (25/10/2021).

“Dimana langkah selanjutnya setelah hal tersebut  sudah di kirim ke JADA dan WADA, LADI sudah dapat menandatangani MOU supervisi dengan JADA  secepatnya,” lanjutnya.

Rheza berharap semua proses berjalan dengan lancar sehingga pemenuhan TDP 2021 dapat segera diselesaikan. Setelah itu. LADI akan mengajukan evaluasi le WADA.

“Untuk selanjutnya pelaksanaan pendampingan pemenuhan TDP 2021 dapat disegerakan dan diselesaikan. Setelah TDP selesai, LADI akan mengajukan evaluasi atas status compliance ke WADA,” tutur Rheza.

Sebagaimana diketahui, WADA melayangkan surat kepada LADI karena dinilai tidak dapat memenuhi TDP 2020 dan 2021. Yang mana surat tersebut telah dilayangkan sejak 7 Oktober 2021 lalu.

Imbas dari polemik tersebut yaitu bendera Indonesia tidak dapat berkibar pada Piala Thomas 2020. Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan LADI, telah mengadakan rapat koordinasi padda 18 Oktober 2021 lalu. Yang mana hasil rapat tersebut, dibentuk tim khusus guna menyelesaikan masalah tersebut pada 18 Oktober 2021 lalu.

Sementara itu pada Jumat (22/10/2021) lalu, LADI bersama Menpora Amali telah menghadap ke Istana bertemu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk membahasnya lebih lanjut. Sebab, Jokowi meminta agar masalah ini dapat segera rampung.

Karena menurutnya ini adalah peristiwa yang besar. Jokowi juga memberikan dukungan penuh langkah-langkah yang akan LADI tempuh.


Editor : Ibnu Hariyanto

BERITA TERKAIT