Rentetan hasil kurang maksimal itu terjadi di Merida Open, Indian Wells Open, Miami Open, hingga Charleston Open. Kondisi tersebut menempatkan Janice dalam tekanan untuk segera bangkit.
Meski begitu, Janice memiliki modal penting. Dia berperan besar membawa Indonesia lolos ke babak playoff Billie Jean King Cup 2026 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. Capaian ini menjadi dorongan moral untuk kembali menemukan performa terbaik.
Pada awal musim 2026, Janice sempat menunjukkan performa menjanjikan di WTA Tour. Dia berhasil melangkah ke babak kedua Australia Open 2026 setelah sebelumnya gagal di dua turnamen WTA 250.
Selain itu, dia juga tampil konsisten dengan mencapai babak kedua di Abu Dhabi Open (WTA 500) dan Qatar Open (WTA 1000). Stabilitas performa itu sempat menempatkannya sebagai salah satu petenis yang patut diperhitungkan.
Pencapaian paling mencolok terjadi di Dubai Open 2026. Untuk pertama kalinya, Janice berhasil menembus babak ketiga atau 16 besar di turnamen level WTA 1000, sebuah lompatan signifikan dalam kariernya.
Kini, Madrid Open 2026 menjadi panggung berikutnya. Laga melawan Charaeva akan menjadi penentu apakah Janice mampu bangkit atau kembali terjebak dalam tren negatif.