Jafar/Felisha Cetak Sejarah di China Open 2025: Dari Debut hingga Tembus Semifinal

Bagas Abdiel Kharis Theo
Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. (Foto: PBSI)

“Di gim pertama kami bisa terus menurunkan bola untuk dapat poin, lawan juga belum nyaman mainnya jadi kami bisa mendominasi,” jelas Jafar.

Kondisi berubah di gim kedua, di mana Tang/Tse berhasil membalikkan keadaan. 

“Kami tertinggal tapi bisa mengejar, sayang di poin-poin akhir kami kalah kesiapan. Mereka bisa lebih masuk mainnya,” tambah Jafar. 

Meski demikian, kegagalan di gim kedua menjadi pelajaran berharga bagi mereka. Strategi di gim penentu pun disusun matang. 

“Masuk di gim penentuan itu, sebelum interval mindset kami coba balikin bagaimana main di gim pertama yang bisa nyaman lalu setelah interval kami belajar dari gim kedua,” kata Felisha. 

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tersingkir dari Australian Open 2026, Rehan/Gloria Blak-blakan Ungkap Penyebabnya

57 tahun lalu

Rehan/Gloria Tersingkir dari Australia Open 2026 usai Dihajar Ganda Campuran China

57 tahun lalu

Kunci Rehan/Gloria Raih Tiket Perempat Final Australian Open 2026: Jaga Lutut dan Hati!

57 tahun lalu

Drama di Indonesia Open 2026: Jonatan Christie Kalahkan Alwi Farhan, Jafar/Felisha Gagal Lanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal