Dia menjelaskan, mulai hari ini para pelatih sudah mulai mensimulasikan dan menilai kondisi terakhir serta kesiapan atlet selama di Nanning. Ini dilakukan sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk penentuan line up pemain.
“Hari ini atlet lebih fokus ke coba arena pertandingan, kenali kondisi lapangan, arah angin dan sebagainya. Sedangkan pelatih mulai mensimukasikan kira-kira siapa yang akan diturunkan nanti,” tutur Budiharto.
“Untuk line up pemain, belum ada omongan dengan pelatih dan manajer, biasanya H-1 akan ada briefing dan di situ akan ditentukan bersama kapten tim juga. Di briefing itu selain menentukan line up, kami juga akan membahas perkiraan calon lawan yang akan turun,” dia memapaparkan.
Pada ajang kali ini, tim Merah Putih berada di Grup 1B bersama Denmark, dan Inggris. Di laga perdana, Indonesia akan meladeni Inggris, Minggu (19/5/2019) pada pukul 10.00 - 15.00 WIB. Kemudian, Indonesia akan menghadapi Denmark, Rabu (22/5/2019) pukul 17.00 - 22.00 WIB.
Di atas kertas, Indonesia memang lebih diunggulkan bisa mengatasi permainan Denmark dan Inggris. Namun, Budiharto meminta tim tak boleh jemawa.
“Menghadapi Inggris dan Denmark, kita tidak bisa main-main, mengacu pengalaman dua tahun lalu, itu pengalaman yang kurang baik buat kami. Walaupun kami saat itu tidak main-main dan kondisinya memaksa kami untuk tidak bisa tampil full team. Sekarang bertemu Inggris kelihatannya kita lebih diunggulkan,” ujar pria yang juga menjabat sekretaris jenderal PP PBSI itu.
“Tetapi kami juga harus waspadai Inggris, salah satunya di ganda campuran, tunggal putra dan ganda putranya juga bagus,” Budiharto menjelaskan.