Meski gagal menjadi juara, performa Janice sepanjang turnamen patut diapresiasi. Dia menyingkirkan sejumlah lawan tangguh untuk mencapai partai puncak, dan perjuangannya di final memperlihatkan semangat juang khas atlet muda Indonesia yang terus berkembang.
Sementara itu, Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah layak menyandang gelar juara. Dia tampil konsisten sejak awal turnamen hingga final, memperlihatkan permainan cepat dan penuh variasi yang sulit diantisipasi lawan. Gelar ini menambah koleksi prestasi petenis asal Prancis tersebut di kancah internasional.