Pembalap Mooney VR46 Ducati, Luca Marini. (Foto: Instagram/@vr46racingteam)
rio eristiawan

TAVULLIA, iNews.id - Pembalap Moony VR46 Racing, Luca Marini, mengakui motornya memiliki kekurangan saat berada di trek lurus menjelang MotoGP Portugal. Dia dan timnya pun segera mengatasi masalah tersebut dan tak sabar untuk segera kembali balapan.

Performa Marini di MotoGP 2022 terbilang mengecewakan. Pasalnya pembalap asal Italia itu masih kesulitan menembus posisi 10 besar dari empat balapan yang telah berlangsung.

Sementara dari empat balapan yang telah berlangsung, posisi ke-11 di Argentina sebagai posisi terbagus marini. Sementara di Amerika, pembalap berusia 24 tahun itu hanya bisa finis posisi ke-17 dan membuatnya tidak berhasil mendapatkan poin.

Alhasil, Marini harus puas menempati posisi ke-17 di klasemen sementara dengan 10 poin. Namun, adik tiri legenda Valentino Rossi itu memiliki alasan yang membuatnya gagal bersaing dengan pembalap lainnya.

Marini mengakui Desmosedici GP22 memiliki masalah akselerasi dan kurangnya kecepatan di trek lurus dibandingkan motor Ducati lainnya. Dia pun ingin timnya mencari penyebab masalah tersebut.

Saya selalu kekurangan akselerasi dan kecepatan di trek lurus dibandingkan dengan Ducati lainnya.  Kami perlu menganalisis dan memahami persis mengapa. Itu adalah masalah utama dan sisanya hanyalah konsekuensi,” kata Marini dilansir dari News Italia-24, Senin (18/4/2022).

Sementara Marini mengatakan saat di Amerika telah berusaha menyalip pembalap lainnya di tikungan dua dan tiga, tetapi tidak berhasil. Dia pun mengaku tak sabar untuk kembali tampil di Eropa.

"Kemudian di lap pertama balapan saya memotong varian antara tikungan 2 dan 3, saya memperlambat agar tidak mengambil penalti dan saya tidak bisa kembali dari grup. Sayang sekali, saya tidak sabar untuk kembali bekerja di Eropa," jelasnya.

Balapan selanjutnya akan berlangsung di Portugal pada Minggu (24/4/2022). Tentunya, Marini dan pembalap lain akan berusaha tampil maksimal dan memperbaiki posisi di klasemen.



Editor : Dimas Wahyu Indrajaya

BERITA TERKAIT