Jonatan kemudian membeberkan faktor teknis yang paling memengaruhi penampilannya di partai final. Dia menyebut kondisi angin di arena pertandingan berbeda dibanding hari-hari sebelumnya.
“Di partai tadi ada beberapa hal yang berbeda dari kemarin. Dari kondisi angin sedikit berbeda, beberapa kali shuttlecocknya juga feeling touch-nya agak sedikit kurang stabil, agak lari lah,” urai dia.
Situasi tersebut membuat Jonatan kesulitan mengontrol permainan, terutama saat reli cepat. Di sisi lain, Lin Chun-Yi mampu memanfaatkan kondisi lapangan dengan lebih efektif.
Meski kalah, Jonatan tetap memberi kredit penuh kepada lawannya. Dia mengakui Lin Chun-Yi tampil solid dan mampu menekan sejak awal laga.
“Tapi terlepas dari itu semua ya memang Lin Chun-Yi bermain bagus dan sayanya tadi banyak tertekan, agak terburu-buru. Sudah mencoba, tapi ya pada akhirnya ya ini hasilnya,” papar Jonatan.
Turnamen berikutnya sudah menanti Jonatan tanpa banyak waktu jeda. Dia dijadwalkan tampil di Indonesia Masters 2026 pekan depan dan akan menghadapi wakil India, Ayush Shetty, pada babak 32 besar.