“Saya pertama kali berpikir untuk pensiun setelah cedera di Assen, dan akhirnya membuat keputusan final setelah balapan di Malaysia,” katanya. Sementara itu, Manajer Repsol Honda Alberto Puig mengaku bisa menerima keputusan tersebut, meski cukup kecewa.
“Saya pikir ini mungkin keputusan terbaik karena Honda dan Jorge Lorenzo keduanya adalah pemenang. Kami perlu perjuangan untuk bisa menang,” tutur pria berusia 52 tahun itu.
Keputusan ini membuat Lorenzo hanya semusim membela Repsol Honda, padahal kontraknya berlaku hingga 2021. Dia bergabung dengan Honda setelah musim lalu membela Ducati.
Musim ini performa Lorenzo bersama Honda tidaklah mengesankan karena tak pernah mengakhiri balapan di posisi 10 besar. Saat ini, dia hanya menduduki posisi ke-19 klasemen pembalap dengan poin 25.
Masa keemasan Lorenzo di MotoGP adalah ketika masih menunggangi Yamaha pada 2008 hingga 2016. Bersama tim berlogo garpu tala itu, Lorenzo sukses meraih tiga gelar juara dunia MotoGP, yaitu pada 2010, 2012, 2015.
Repsol Honda pun kabarnya tengah mencari sosok yang akan menggantikan posisi Lorenzo, menemani juara bertahan Marc Marquez. Kabarnya, mantan pembalap KTM yang kini memperkuat LCR Honda Idemitsu, Johann Zarco menjadi kandidat kuat.