Pujian tersebut memperlihatkan Joshuaa mulai mendapatkan pengakuan dari lingkungan kompetitif Mobile Legends Indonesia. Meski baru berusia 16 tahun, dia mampu menunjukkan kemampuan yang membuat pemain maupun pelatih lawan memberikan perhatian khusus.
Kini, tantangan yang lebih besar sudah menanti Joshuaa bersama NAVI. M8 World Championship di Turki akan menjadi panggung internasional penting bagi jungler muda tersebut untuk membuktikan kualitasnya menghadapi tim-tim terbaik dunia.
Perjalanan dari turnamen warkop hingga kompetisi profesional menjadi bukti panjang proses yang telah dilewati Joshuaa. Dia pernah mengalami hukuman dalam turnamen offline, gagal menembus MPL karena usia, hingga akhirnya mendapatkan kepercayaan NAVI.
Target berikutnya jelas tidak mudah. Joshuaa ingin membawa NAVI menjadi juara M8 World Championship sekaligus membantu Indonesia mengakhiri penantian tujuh tahun tanpa gelar M Series. Kini, pembuktian di panggung dunia menjadi kesempatan berikutnya bagi pemain berusia 16 tahun tersebut untuk menjawab keraguan terhadap kemampuannya.