Pelantikan tersebut turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
Erick Thohir menyoroti besarnya potensi pasar gim Indonesia. Dia menyebut Presiden memandang olahraga sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat citra Indonesia di tingkat internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Bapak Presiden melihat olahraga ini sebagai alat penting national branding sekaligus pengembangan ekonomi nasional. Potensi kita luar biasa dengan 154 juta gamers, dan Bapak Presiden berkomitmen bahwa pelatnas tidak lagi bersifat jangka pendek," kata Erick Thohir.
Menurut Erick, dukungan terhadap olahraga tidak cukup hanya berfokus pada pencapaian di arena pertandingan. Investasi olahraga juga perlu memperhatikan masa depan dan kesejahteraan atlet setelah mereka menjalani karier kompetitif.
Karena itu, pemerintah terus mendorong sinergi lintas kementerian untuk memperkuat industri olahraga nasional. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghubungkan prestasi atlet dengan pertumbuhan sektor ekonomi yang lebih luas.