Axelsen pernah menduduki peringkat satu dunia versi BWF dan sukses meraih berbagai gelar bergengsi. Dia mengoleksi medali emas Olimpiade serta gelar juara dunia sepanjang kariernya.
Namun, kondisi fisik tidak lagi memungkinkan dia bertahan di level tertinggi. Berbagai upaya pemulihan telah dilakukan, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.
"Karena masalah punggung saya yang berulang, saya tidak lagi mampu berkompetisi dan berlatih di level tertinggi. Setelah menjalani operasi endoskopi, beberapa suntikan, metode latihan baru, perawatan, dan pada dasarnya mencoba segala cara untuk bebas dari rasa sakit selama ini, saya disarankan untuk fokus pada kesehatan jangka panjang saya," kata Axelsen.
Dia akhirnya menerima kondisi tersebut meski tidak mudah. Keputusan pensiun diambil demi menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
"Menerima situasi ini sangat sulit, tetapi saya sekarang telah mencapai titik di mana tubuh saya tidak mengizinkan saya untuk melanjutkan," ucap Axelsen menambahkan.
Keputusan ini menandai berakhirnya era salah satu pemain terbaik dunia. Dunia bulu tangkis kini kehilangan sosok dominan yang selama ini menjadi tolok ukur di sektor tunggal putra.