Keluarga Alasan Mo Farah Pisah dari Alberto Salazar

Haryo Jati Waseso
Mo Farah (Foto:REUTERS/Toru Hanai)

LONDON, iNews.id- Pelari jarak jauh asal Inggris, Mo Farah akhirnya memutuskan untuk berpisah dari pelatihnya, Alberto Salazar dan juga grup yang menaunginya, Nike Oregon Project. Keinginannya kembali ke  London bersama keluarganya menjadi penyebab perpisahan tersebut.

Farah telah bekerjasama dengan Salazar sejak 2011. Ketika itu, pelari yang memiliki darah Somalia itu memutuskan pindah ke Portland, Oregon, Amerika Serikat demi berlatih bersama pelatih kontroversial tersebut. Bersama Salazar, sejumlah rekor ditorehkan Farah.

Dia berhasil memecahkan rekor Eropa untuk nomor 5000 meter, pada Februari 2011. Farah juga sukses meraih medali emas untuk nomor 5000 meter dan 10 ribu meter di kejuaraan dunia atletik 2013 dan 2015, serta pada ajang Olimpiade 2016.

Tak ayal, perpisahan ini cukup mengejutkan. Beredar kabar, keputusan Farah berpisah adalah karena keterlibatan Salazar atas kasus doping yang menimpa atlet AS, Galen Rupp, yang ironisnya mantan rekan berlatih Farah. Namun, pelari 34 tahun itu membantahnya.

Menurutnya keinginan keluarganya untuk kembali ke negaranya, yang menjadi penyebab dari keputusannya tersebut. “Saya tak meninggalkan Nike Oregon Project dan Alberto Salazar karena tuduhan doping,” ungkap suami dari Tania Nell itu dikutip The Sun.

“Situasi ini sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun dan jika saya akan pergi karena memang saya menginginkannya. Seperti yang selalu saya katakan, saya sangat percaya akan olahraga yang bersih dan saya percaya siapa pun yang melanggar aturan harus dihukum,” lanjutnya.

“Jika Alberto telah melewati batas saya akan pergi, namun USADA (Badan Anti Doping AS) tidak menghukumnya. Jika saya memiliki alasan meragukan Alberto, saya tak akan membelanya selama ini,” tambah  Farah.

Sang pelari juga menegaskan bahwa kepindahannya merupakan yang terbaik untuk keluarganya. “Saya pergi karena saya dan keluarga akan kembali London. Kami suka melewatkan musim panas di sini dan saya menyadari betapa kami ingin menghabiskan bersama keluarga dan teman,” tegasnya.

“Anak-anak juga senang berada di sini. Kami ingin anak-anak kami tumbuh di Inggris. Ini adalah sesuatu yang benar untuk keluarga saya. Namun Nike Oregon Project dan Alberto berada di AS, jadi akan sulit untuk melanjutkan hubungan kami dari London,” pungkas Farah.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
All Sport
5 bulan lalu

SEA Games 2025: Medali Emas ke-62 Milik Indonesia Hadir Berkat Aksi Spektakuler Emilia Nova

All Sport
5 bulan lalu

Atletik Menggila! Indonesia Sapu Bersih 3 Emas Sekaligus di SEA Games 2025

All Sport
5 bulan lalu

Dina Aulia Tak Terkejar, Emas ke-18 untuk Indonesia Resmi Diamankan Kembali dari Atletik

All Sport
6 bulan lalu

2.188 Atlet Muda Serbu Kudus! MilkLife Athletics Challenge Seri 2 Pecahkan Rekor Peserta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal