Kisah Wilma Marghareta Sinaga, Atlet Catur Tunanetra Andalan NPC Indonesia

Romensy August
Wilma Marghareta Sinaga(Foto: MNC Portal Indonesia)

Sebagai tunanetra, kehidupan Margaretha di Manik Saribu jauh dari kata layak. Dia hanya dibesarkan oleh ibunya yang berprofesi sebagai guru honorer. Sedangkan sang ayah pergi meninggalkannya karena tidak bisa menerima takdir bahwa Margaretha dan kedua adiknya terlahir sebagai tunanetra.

Keterlibatannya di catur dimulai saat dirinya bersekolah di bangku TK Yayasan tunanetra di bawah naungan Gereja di Jerman yang ada di dekat rumahnya pada tahun 1996. 

“Awalnya masih TK. Di sana kami dikasih pendidikan formal dan ekskulnya ya. Jadi ada banyak ada olahraga seni,” kata Marghareta sembari mengingat.

Marghareta mengaku sempat mencoba sejumlah ekskul seperti paduan suara dan olahraga lempar lembing. Namun, dia merasa tidak berkembang. Pada akhirnya Margaretha memilih cabor catur dan merasa nyaman di tempat itu.

Editor : Fitradian Dhimas Kurniawan
Artikel Terkait
Mobil
1 bulan lalu

Chery Ungkap Alasan Tergerak Dukung Perjuangan Atlet Muda Indonesia di Asian Youth Para Games 2025

Soccer
2 bulan lalu

Dominasi Percasi DKI Jakarta: Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Catur 2025

All Sport
3 bulan lalu

Percasi DKI Jakarta Resmi Dilantik, Pramono Anung: Saatnya Jakarta Kembali Jadi Juara Umum

All Sport
8 bulan lalu

Profil dan Prestasi Magnus Carlsen: dari Grandmaster Termuda hingga Juara Dunia Lima Kali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal