“Alhamdulillah saya berada di sini berkat Allah Yang Maha Besar. Banyak perjuangan, banyak kesakitan, banyak darah, air mata yang sudah saya korbankan untuk saya berada di podium tertinggi hari ini,” kata Alwi dalam konferensi pers, Minggu (25/1/2026).
Dia menegaskan gelar ini datang di luar ekspektasi pribadinya. Latar belakang dan proses panjang membuat pencapaian tersebut terasa sangat spesial.
“Saya sangat amat bersyukur dan tidak pernah terbayangkan, anak kecil hitam dari Solo bisa memenangkan Indonesia Masters,” sambungnya.
Alwi juga menyoroti peran besar penonton Istora Senayan. Dukungan Badminton Lovers disebut menjadi sumber energi tambahan sepanjang pertandingan final.
“Saya rasa semakin hari penonton semakin ramai, crowd semakin bagus, membuat tenaga saya semakin enggak ada habisnya. Membuat saya semakin termotivasi,” ucapnya.