"Saya sangat puas dengan aerodinamika karena kami membuat peningkatan saat menikung. Itu yang sangat saya butuhkan musim ini dan musim lalu," tuturnya.
Dia juga mengungkap tim sedang mencari solusi untuk meningkatkan performa pengereman, meski belum menemukan hasil final.
“Kami mencoba sesuatu untuk elektronik agar membantu menghentikan motor. Kami belum menemukan solusi, tapi mungkin sudah menemukan arah yang tepat,” katanya.
Bagnaia menilai Le Mans merupakan sirkuit yang cocok dengan karakter Desmosedici GP. Namun, dia belum pernah meraih kemenangan di sana pada kelas utama dan saat ini berada di posisi kesembilan klasemen sementara.
Balapan MotoGP Prancis 2026 diprediksi berlangsung ketat dengan banyak variabel, mulai dari cuaca hingga performa motor. Marquez dan Bagnaia dituntut bangkit jika ingin kembali bersaing di papan atas.